Halaman

Kamis, 02 Januari 2014

Ary Sastra (Baca Puisi)


Menjemur Nasib

di terik siang
kujemur nasib yang basah
oleh airmata....

Pamulang, 26 Desember 2013

Berteduh di Matamu

menunggu hujan
biarkan aku berteduh
di matamu

Pamulang, 26 Desember 2013

Ujung Kurun

inilah ujung kurun itu
tempat kita dikutuk waktu
karena durhaka pada hari lalu

di ujung kurun itu
kita telah jadi piatu
dan membatu....

Pamulang 31 Desember 2013

Selembar Malam

pada selembar malam
telah kutuliskan
dan kuselipkan
mimpi itu

Pamulang, 16 Desember 2013

Hijrah

hijrah ini sampai waktunya
sunyi, tanpa terompet ataupun pesta kembang api
tidak juga basa-basi maupun dansa-dansi

hijrah ini kini jadi api
untuk membakar janji
yang tak sempat ditepati
tinggallah diri......

pamulang, 14 November 2013

MengingatNya

bila masih ada waktumu
sisakan sedikit untuk mengingatNya
bukan aku.....

pamulang, 15 November 2013

Muara Penantian

duhai yang tiada awal
engkaulah tempatku berakhir
muara segala penantian
lalu sunyi
dan waktu perlahan berhenti....

pamulang, 10 November 2013

Sunyi Jua

telah kulalui senja
kelam jua ujungnya
telah kusibak malam
sunyi jua kesudahannya

Pamulang, 22 Agustus 2013

Menimang Rasian

ingatlah...
sekelam apapun malam
ia masih menyimpan rasian
untuk kita timang
jadi bunga kehidupan

Pamulang, 21 Agustus 2013

Rabu, 01 Mei 2013

Bila Waktuku Sampai

Bila waktuku sampai
baringkan aku di dadamu
biar masih kurasakan detak kerinduan
dan api cintamu  menghangatkan tubuh kaku ini

Bila waktuku sampai
jangan mandikan aku dengan air matamu
cukup  seulas senyum dan sepotong doa
disertai lambaian keikhlasan

Dik:
percayalah  aku kan selalu mengenangmu di alam perantauan fana
setiap saat kutunggu kiriman surat Al Fatihah tanda kasih darimu
bila rindu, akupun kan hadir di mimpi mimpimu
sambil membawakan  setangkai melati
meski mengering sudah

Rumah Sakit Harapan Kita
Jakarta, 2 April 2012

Di Ujung Tafakur

di ujung tafakur sunyiku menepi
selumur dosa gigilkan resah nan pasrah
tak sanggup aku menghitung beribu dusta
dalam hina yang renta dimakan usia

Ya Rab...
masih terbukakah pintu itu untukku?
biar kutikam segala nista
kubasuh dengan hujan nikmatmu
meski hanya tinggal kejap
lalu gelap
tuntunlah hambaMu ini....

Jakarta, 6 April 2012

Refleksi Diri


Refleksi Diri (42 Tahun Menjalani Hidup)

musim ini menguning sudah
dedaunan gugur melambai pada tangkai
bila memang saatnya sampai
tiada yang tahu awal dan akhir
pulang dan pergi selalu bersisian

di ujung petang ini, cahaya tinggal redup
rona berpaut, meski rindu tak menyahut
aku menunggu senja menjemput masa
dan melelapkannya di peraduan malam

dan kini, 42 musim sudah kulalui
nafas tersengal menyelimuti sukma yang renta
di tiap simpang bimbang menjulang
sebuah catatan takdir terbentang
aku rindu pulang...
ke pangkuanMU....

Jakarta, 6 April 2012

Tanda Rindu

kutunggu seuntai kata darimu
sebagai tanda rindu ini pernah berpaut
sejauh penantian, mimpiku tergeletak
di sudut malam tempat kita menyimpan kenangan

dik:
harapku memang tak sesuai kenyataaan
biarkan rasa itu pergi
menoreh luka pada bilik hati

seiring perih
biarkan aku berlari
dan bayangmu selalu mengikuti
meski kita tak bersama lagi
di sini aku masih memegang janji
hati ini masih milikmu...

Jakarta, 7 April 2012

Kabar Kepulangan

kelak, sampai jua aku padamu
walau hanya sekadar kabar
tentang sebuah kepulangan

Kelak, sampai jua aku padamu
meski selintas bayang
tentang sebuah kenangan

putus sudah janjian badan
tiada lagi tempat bertenggang
hanya berkawan lengang.....


jakarta, 22 April 2013

Ingat Pulang


sesekali menoleh jualah ke belakang
sebagai tanda ingat jalan pulang
karena lenggang beribu simpang
telah membuatmu bimbang......

Jakarta, 16 April 2013

Tempias


bila gerimis memancing tangis
jangan hujani mataku dengan bayangmu
cukup sudah tempiasnya membasahi malamku

Tanjungpinang, 12 Desember 2012

Melintas Malam


aku ingin melintas malam
sebelum larut mengemas rembulan
kemudian melelapkan embun
yang turun menziarahi sunyi
walau hanya sampai ke dinihari....

Tanjungpinang, 4 Desember 2012

Ombak

di lautmu, akulah ombak
berdebur sepanjang musim
mendamparkan sunyi bertampi-tampi

Tanjungpinang, 5 Nov 2012

Nan Teralah

seperti nan teralah
disekanya segala lelah
lalu membujur di lapik sajadah

Jakarta, 30 Maret 2013