Rabu, 22 Januari 2014
Keluh Kesah
disini: hanya lengang yang berkeluh-kesah
tentang doa yang beku
sebelum embun luruhkan dinihari
"Tuhan lelapkan aku di langitmu"
Pamulang, 19 Januari 2014
Tinggal Genangan
rinaipun aku tak tahan
biar derai aku tanggungkan
walau tinggal genangan :
di matamu....
Pamulang, 20 Januari 2014
Kamis, 02 Januari 2014
Ujung Kurun
tempat kita dikutuk waktu
karena durhaka pada hari lalu
di ujung kurun itu
kita telah jadi piatu
dan membatu....
Pamulang 31 Desember 2013
Selembar Malam
telah kutuliskan
dan kuselipkan
mimpi itu
Pamulang, 16 Desember 2013
Hijrah
sunyi, tanpa terompet ataupun pesta kembang api
tidak juga basa-basi maupun dansa-dansi
hijrah ini kini jadi api
untuk membakar janji
yang tak sempat ditepati
tinggallah diri......
pamulang, 14 November 2013
MengingatNya
sisakan sedikit untuk mengingatNya
bukan aku.....
pamulang, 15 November 2013
Muara Penantian
engkaulah tempatku berakhir
muara segala penantian
lalu sunyi
dan waktu perlahan berhenti....
pamulang, 10 November 2013
Sunyi Jua
kelam jua ujungnya
telah kusibak malam
sunyi jua kesudahannya
Pamulang, 22 Agustus 2013
Menimang Rasian
sekelam apapun malam
ia masih menyimpan rasian
untuk kita timang
jadi bunga kehidupan
Pamulang, 21 Agustus 2013
Rabu, 01 Mei 2013
Bila Waktuku Sampai
baringkan aku di dadamu
biar masih kurasakan detak kerinduan
dan api cintamu menghangatkan tubuh kaku ini
Bila waktuku sampai
jangan mandikan aku dengan air matamu
cukup seulas senyum dan sepotong doa
disertai lambaian keikhlasan
Dik:
percayalah aku kan selalu mengenangmu di alam perantauan fana
setiap saat kutunggu kiriman surat Al Fatihah tanda kasih darimu
bila rindu, akupun kan hadir di mimpi mimpimu
sambil membawakan setangkai melati
meski mengering sudah
Rumah Sakit Harapan Kita
Jakarta, 2 April 2012
Di Ujung Tafakur
selumur dosa gigilkan resah nan pasrah
tak sanggup aku menghitung beribu dusta
dalam hina yang renta dimakan usia
Ya Rab...
masih terbukakah pintu itu untukku?
biar kutikam segala nista
kubasuh dengan hujan nikmatmu
meski hanya tinggal kejap
lalu gelap
tuntunlah hambaMu ini....
Jakarta, 6 April 2012
Refleksi Diri
Refleksi Diri (42 Tahun Menjalani Hidup)
musim ini menguning sudah
dedaunan gugur melambai pada tangkai
bila memang saatnya sampai
tiada yang tahu awal dan akhir
pulang dan pergi selalu bersisian
di ujung petang ini, cahaya tinggal redup
rona berpaut, meski rindu tak menyahut
aku menunggu senja menjemput masa
dan melelapkannya di peraduan malam
dan kini, 42 musim sudah kulalui
nafas tersengal menyelimuti sukma yang renta
di tiap simpang bimbang menjulang
sebuah catatan takdir terbentang
aku rindu pulang...
ke pangkuanMU....
Jakarta, 6 April 2012
Tanda Rindu
sebagai tanda rindu ini pernah berpaut
sejauh penantian, mimpiku tergeletak
di sudut malam tempat kita menyimpan kenangan
dik:
harapku memang tak sesuai kenyataaan
biarkan rasa itu pergi
menoreh luka pada bilik hati
seiring perih
biarkan aku berlari
dan bayangmu selalu mengikuti
meski kita tak bersama lagi
di sini aku masih memegang janji
hati ini masih milikmu...
Jakarta, 7 April 2012
Kabar Kepulangan
walau hanya sekadar kabar
tentang sebuah kepulangan
Kelak, sampai jua aku padamu
meski selintas bayang
tentang sebuah kenangan
putus sudah janjian badan
tiada lagi tempat bertenggang
hanya berkawan lengang.....
jakarta, 22 April 2013
Ingat Pulang
sesekali menoleh jualah ke belakang
sebagai tanda ingat jalan pulang
karena lenggang beribu simpang
telah membuatmu bimbang......
Jakarta, 16 April 2013
Tempias
bila gerimis memancing tangis
jangan hujani mataku dengan bayangmu
cukup sudah tempiasnya membasahi malamku
Tanjungpinang, 12 Desember 2012
Melintas Malam
aku ingin melintas malam
sebelum larut mengemas rembulan
kemudian melelapkan embun
yang turun menziarahi sunyi
walau hanya sampai ke dinihari....
Tanjungpinang, 4 Desember 2012
Ombak
berdebur sepanjang musim
mendamparkan sunyi bertampi-tampi
Tanjungpinang, 5 Nov 2012
Nan Teralah
disekanya segala lelah
lalu membujur di lapik sajadah
Jakarta, 30 Maret 2013
Sabtu, 01 Desember 2012
Menemui Ajal
Sungguh aku rela
bila rinduku kembali ke pangkuanmu
atau pergi menemui ajalnya
biar kasih ini berderai
seperti butir-butir pasir
yang tak sempat kita genggam
berdua jadi sepenggal kisah
terpisah sudah
Tanjungpinang, 2 Desember 2012
Ada Membayang
siang melenggang
di terik terang ada yang membayang
ah... ternyata rinduku berkemas pulang
Tanjungpinang, 1 Desember 2012
Dengan Apalagi
dengan apalagi kuuntai puisi
bila semua kata telah kau bawa pergi
jauh, di relung hati terdalam
kau simpan menjadi pandam kuburan
walau tanpa batu nisan....
Tanjungpinang, 30 November 2012
Melepas Rasa
ada sunyi yang tak terungkap, saat lewat jalan lengang
langkahku kian jauh, merentang jarak yang tertambat di hatimu
sesekali, aku menoleh jua walau sekadar melepas rasa
Tanjungpinang, 29 November 2012
Batu Mejan
kuingin tanganmu yang menulis
namaku di batu mejan itu
lalu menanamnya persis di atas kepalaku
sebagai sebuah tanda
bahwa aku pernah ada
di hatimu....
Tanjungpinang, 28 November 2012
Sabtu, 24 November 2012
Rasa
dik: izinkan aku
menyimpan rasa
yang tak sempat kujamah
di dadamu.....
Suratmu
suratmu masih kubaca ulang
meski mata ini mulai rabun
tak satu katapun yang tertinggal
suratmu masih tetap kubaca
walau huruf dan tanda bacanya mulai renta
lalu berguguran dimakan usia
suratmu masih saja kutunggu
tapi entah sempat kubaca
sebab takdir tiada yang tahu
Tanjungpinang, 23 November 2012
Menyilih Hari
sepi menepi
sunyi menyilih hari
kata hati
tersangkut mimpi
Tanjungpinang, 17 November 2012
Pinangan Rindu
malam kian jauh
merantaukan mimpi
pulanglah
sebelum kasih digunggung matahari
bulan dan bintang menjadi saksi
pinangan rinduku
hanya padamu...
Tidurlah
Tinggal sunyi berkeliling:
tapi degup jantungku
masih menyentak malam yang lelap di pangkuanmu
tidurlah...
Tangpinang, 21 November 2012
Putus Tali
Lah putus tali, jantung ke hati
ke mana badan, menggapai lagi
Tuhan....
jika untung masih di badan
jangan biarkan aku hanyut
diamuk badai hidup nan sansai
O..la olai....
aku memang tak punya mantra
tapi tangan ini selalu menadah
dan berdoa, hanya padaMu
Tanjungpinang, 20 November 2012
Jalan Lengang
aku tak kan pernah lelap
dalam larut malam-malammu
dengan mata yang jalang
aku telusuri lorong-lorong mimpimu
dingin memang
dan sunyi masih jua kau pajang
lewat jalan lengang
kulihat kau melambai pulang
Tanjungpinang 14 November 2012
Tempat Bertenggang
pergilah
jangan tinggalkan kenangan
biar aku berkawan lengang
menyusur jalan untuk pulang
karena tiada lagi tempat bertenggang
tanjungpinang, 10 November 2012
Cukup Rasa
bila tak lagi terkata
cukup rasa yang menyudahinya
akupun tak kan lama
singgah ini sampai waktunya
Tanjungpinang, 8 November 2012
Jadi Pandam
pulanglah, meski tinggal jenak
selambai kenang itu masih kusimpan
dan tak kan pernah kubuang
karena ia telah menjadi pandam
jauh di relung hatiku yang terdalam
tanjungpinang, 7 November 2012
Resah
malam rebah
membaringkan resah
dan selalu mengajakmu singgah
meski mimpi ini tak pernah sudah
biarlah......
tanjungpinang, 5 november 2012
Mimpi
lelap jua ia dipeluk malam
sehamparan mimpinya
tumbuh berkuntum kuntum puisi
petiklah sebelum pagi digunggung matahari
tanjungpinang, 4 November 2012
Resah
resah ini kian renta
menyentak lara di kala senja
bila raga tak lagi berasa
kubur saja mimpimu...di dadaku
Tanjungpinang, 2 November 2012
Jumat, 26 Oktober 2012
Tersebab
Berbagi Sepi
Nak Kandung
Nyeri Dada
Biar Sansai
Lengang
Jumat, 05 Oktober 2012
Sepi
jangan pernah kau pujuk
karena masih ada rajuk
berpilin akar kayu lapuk
aku terpuruk.......
Tanjungpinang 11 Agustus 2012
Tenggelam Sudah
di ujung sajadah kuhanyutkan kisah
linang air mata mengiring doa
aku tenggelam sudah....
Tanjungpinang, 9 Agustus 2012
Terpenjara Rindu
kau penjarakan rinduku
meski tanpa jeruji
aku terkurung di luar
berkali kuketuk pintu hatimu
bukalah.....
Tanjungpinang, 6 Agustus 2012
Mengulang Kaji
teringat janji
alif ku tak kunjung katam
sedang lam masih kusulam
dan mim tak lagi bergumam
:hanya Dia yang tahu.....
Tanjungpinang 12 Agustus 2012
Rindu tak Terlerai
padamu mimpi ini masih
sungguh aku sansai......
: menanggung rindu tak terlerai
Tanjungpinang 29 Juli 2012
Cinta PadaMU
meski ramadhan bersilih dengan matahari
sungguh aku tak akan pergi
biar lena dalam dekapMu....
Tanjungpinang, 13 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
tadarus
sayup tadarusmu membelah malamku
aku hilang dalam lautan kalam bersipongang
sebentang sajadah mengantar janji ke dinihari
Jumat, 20 Juli 2012
Parut Luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....
Pernah Berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....
Pernah Larut
saat malam dan kelam memagut
janji yang telah kau renggut
sungguh aku hanyut
meski masih kusebut
namamu.....
Tinggal Risau
masih jua kuseberangkan rindu
riak dan gelombang mendamparkan rasa
yang kian tumbuh, mekar lalu berputik
sendiri: mengayuh biduk
tak terbaca angin dan cuaca
tinggal risau menggelatar di dada....
Aku tak lama
aku tak akan singgah dan mengetuk pintu hatimu
biarkan aku termangu di berandamu
sekadar melepas lelah
karena aku tak akan lama.......
Tiada Rasa
hingga lembaran terakhir kau toreh luka
aku tak sanggup membacanya
tiada lagi rasa.....
Minggu, 15 Juli 2012
Berbagi Mimpi
dulu kau dan aku pernah berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....
Berbaringlah Rinduku
maka, berbaringlah rinduku pada lelapmu
sedang malam tertatih menyeberangi sunyi
ah..aku tak sanggup lagi bermimpi
Luka
kembali kau parut luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....
Kamis, 05 Juli 2012
Kutunggu Seuntai Kata Darimu
sebagai tanda rindu ini pernah berpaut
sejauh penantian, mimpiku tergeletak
di sudut malam tempat kita menyimpan kenangan
dik:
harapku memang tak sesuai kenyataaan
biarkan rasa itu pergi
menoreh luka pada bilik hati
seiring perih
biarkan aku berlari
dan bayangmu selalu mengikuti
meski kita tak bersama lagi
di sini aku masih memegang janji
hati ini masih milikmu...
Jakarta, 7 April 2012
Berdetak di Jantungku
memagut tepian hatiku
dan gemuruh di dada
adalah rindu yang tak pernah usai
berdetakl di jantungku.....
Menyeberangi Sunyi
selalu saja mengantar nyeri ke dinihari
malam bersijingkat menyeberangi sunyi
dan aku tak sempat bermimpi
Rindu Bertaut
kala bibirmu memagut
resah yang beringsut
dalam jalinan rindu bertaut
meski deru nafasmu tak lagi menyahut...
Bimbang
rentang kenangan
yang mengantar pulang
lewat jalan lengang
hatiku bimbang....
Untaian Rindu
dalam untaian rindu berpilin
di akar jiwa yang membentang rasa
lalu merambat ke jantung hatiku
Aku rela
bila rasa itu kan membunuhmu
tikam saja jejakku
di hatimu.....
kelak kupusarakan di pelupuk rindu
Berbagi dengan Hati
sedang mimpi tak mungkin lagi kita sudahi
lelaplah bersama rasa yang berdebar di jantungmu
Minggu, 01 April 2012
Satu Hela Nafas Lagi
hanya tinggal satu hela nafas lagi
aku kan lelap dalam mimpi
lalu sunyi menyelimuti hari
tak perlu ratap kau tangisi
sebab lelah ini sudah terlalu letih
tertatih mengusai sepi
Dik:
bila sempat, tanam saja setangkai melati
siramlah dengan air kerinduan dan sepotong doa
kelak ia akan tumbuh dan mewangi di ranjangku
Jakarta, 28 Maret 2012
Jumat, 09 Maret 2012
Sepi
Sabtu, 25 Februari 2012
Setelah Kepergian
Setelah kepergian itu
masih kau sisakan lambaian
lalu mengantar kenang
ke pangkuan pulang
setelah kepergian itu
kini hanya tinggal lengang
lalu sunyi menggenang
di ratap sumbang
Tanjungpinang, 25 Februari 2012
Selasa, 14 Februari 2012
Aku Ingin Pulang
Aku hanya ingin pulang
tapi bukan untuk kembali
menyusur sepi yang renta
menyeret langkah di kala senja
aku hanya ingin pulang
walau tidak mesti berbalik
menapak kenang yang lengang
menghitung jejak tertatih letih
Aku hanya ingin pulang
meski hanya tinggal jenak
tapi di hatimu...
Tanjungpinang, 12 Februari 2012
Kuncup Rindu
Bila rindu menjadi kuncup
tunggulah sepi sampai mengelopak
lalu sunyi membingkai tangkai
walau entah kapan mekarnya...di hatimu
Tanjungpinang, 14 Februari 2012
Selasa, 27 Desember 2011
Ujung Sua
Nyala Matamu
Hanyut
aku hanyut
kala cahaya matamu menggenang
mengalirkan riak kenangan
ke ujung rindu tak berkesudahan
Batam, 28 Desember 2011
Mereguk Rindu
kelak kutuang juga rindu ini
di gelas gelas kosong waktu
tak sempat kau bilas
aku kan mereguknya sampai mabuk...
Batam. 27 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Berkelumun Nyeri
Minggu, 23 Oktober 2011
Buaian Anakku
rindu telah mengembun di mataku
kemudian jadi linang berderai kenangan
anakku, walau musim ini memutih
tali buaianmu masih menyangkut di jantungku
tidurlah, temui aku di pucuk-pucuk malam
Batam, 24 Oktober 2011
Minggu, 16 Oktober 2011
Siang Menepi
di hati, masih ada perih
sayup kudengar kau berbisik lirih
pulanglah...bilal sudah memanggil
Selasa, 04 Oktober 2011
Bermalam di Hatimu
Biarkan aku bermalam di hatimu
melelapkan mimpi, ditingkah desah dinihari
lalu membaringkan rindu yang menggenang di pucuk embun
Biarkan aku bermalam di hatimu
meski pagi tak pasti kutemui...
Batam, 3 Oktober 2011
Merepih Sunyi
mimpi tak mungkin lagi kusudahi
lelaplah...walau kelam membuncah
rindu masih menggenang di mataku
Sabtu, 24 September 2011
Lengang
Senin, 14 Februari 2011
Senja
di kaki langit, baris baris merah perlahan menyeret kelam
bersiaplah, karena kita tak akan pernah tahu di peraduan mana mimpi itu ditenggelamkan
Tanjungpinang, 8 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Bunga Mimpi
sebab malam tak akan mampu melarutkan embun menjadi airmata
biarlah tangis ini pecah mengoyak kelam
lalu pagi menghapus bayang yang tak sempat kubingkai
Tanjungpinang, 10 Februari 2011
Sabtu, 25 September 2010
Aku Pasti Kembali
dan aku menyisir waktu yang kian kusut
mengurai helai-helai rindu tak berkesudahan
Tunggulah, karena aku pasti kembali
membuka simpul hati yang terikat di jantungmu
Tanjungpinang, 26 September 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
Kenangan
Kaukah yang menyulut kenangan?
saat puing-puing lamunku lindap
pada unggun perapian yang gelisah
meliukkan cahayanya menjadi kobar
yang membakar ranting ranting hatiku
Tanjungpinang, 25 Agustus 2010
Minggu, 04 Juli 2010
Pucuk Rindu
meranggas di ranting-ranting jiwa
di hati entah....
Tanjungpinang, 4 Juli 2010
Hanya PadaMu
mimpi tiada henti membelah kelam
dalam lindapMu aku hanyut
terkatung pada sungai takdir
yang entah di mana muaranya
Inilah pertaruhan nasib
duka perjalanan yang mengalirkan
keluh yang teramat kesah
kemudian mendamparkankan cinta kasihku
di pelataran sajadah kepulangan
hanya padaMU...
Tanjungpinang, 4 Juli 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Ilalang
Tumbuh liar sepanjang kemarau gersang
Maka siangilah...
Karena aku begitu merindu lentik jari
yang pernah menggurat dada
dengan sebait madah
meski tak sempat kubaca
Tanjungpinang, 29 Mei 2010
Rabu, 19 Mei 2010
Di Berandamu
Masih adakah secangkir kopi terhidang
Dalam regukan waktu yang menggigil
Aku kembali menikam jejak membatu
Sayang tak sempat kita ukir
Jadi prasasti pada bingkai sejarah
Kelak dibaca oleh anak cucu kita
Tentang selembar rasa tak terungkap
Jangan biarkan aku termangu !!!
Mengetuk pintu-pintu sepi
Di hatimu....
Tanjungpinang, 20 Mei 2010
Senin, 10 Mei 2010
Sri Bintan Pura
gelombang menghempas kenangan
di Tanjung penantian...
dan tepi laut jadi saksi
dari seribu lambaian
terselip makna perpisahan
kini pelantar merindu
kapan kapal kan berlabuh
Tanjungpinang, 10 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Kasih Ibu
tentang kasih tak berkesudahan
Ibu...tertikam aku sudah
dalam kesangsian hidup yang jengah
Terbayang wajah lusuh renta
menyeret langkah di kala senja
di atas sajadahnya terhampar berjuta doa
hanya untuk anaknya.....
Tanjungpinang, 9 Mei 2010