Halaman

Sabtu, 24 November 2012

Resah



malam rebah
membaringkan resah
dan selalu mengajakmu singgah
meski mimpi ini tak pernah sudah
biarlah......

tanjungpinang, 5 november 2012

Mimpi


lelap jua ia dipeluk malam
sehamparan mimpinya
tumbuh berkuntum kuntum puisi
petiklah sebelum pagi digunggung matahari

tanjungpinang, 4 November 2012

Resah



resah ini kian renta
menyentak lara di kala senja
bila raga tak lagi berasa
kubur saja mimpimu...di dadaku

Tanjungpinang, 2 November 2012

Jumat, 26 Oktober 2012

Tersebab


tersebab mimpi menjangkau pagi
tak kan bulan meninggi hari
tersebab kasih mengusai janji
tak kan rindu kutanak lagi.....

Tanjungpinang, 27 September 2012

Berbagi Sepi


bukan tak ingin berbagi sepi
sebab aku masih menating janji

kutunggu kasih mengulam mimpi
rasa tak sanggup menyongsong hari

kini baru kusadari
takdir tak mungkin kubagi
walau hanya sepi....

Tanjungpinang, 20 September 2012

Nak Kandung


Nak kandung sibiran tulang
dari jauh rindu kujerang
di tungku kasih membayang
pautan hati dikau seorang

Tanjungpinang,16 September 2012

Nyeri Dada


nyeri apalagi menyesak dada
bila jiwa terasa hampa
dan jantung yang berdebar
sungguh, aku mati rasa.....

Tanjungpinang 12 September 2012

Biar Sansai


Tuhan, bila waktuku sampai
aku tak ingin mati dalam kerinduan
biar badan ini sansai
menanggung sunyi berderai

Tanjungpinang, 3 September 2012

Lengang


dek, jalan ini begitu lengang
kemana rindu hendak menumpang
sungguh aku bimbang
kala melangkah pulang...

Tanjungpinang, 2 September 2012

Igau


risau mengigau
malam menggumam
mimpi menepi
di hati masih.......

Tanjungpinang 28 Agustus 2012

Jumat, 05 Oktober 2012

Sepi

sepiku sampai ke pucuk
jangan pernah kau pujuk
karena masih ada rajuk
berpilin akar kayu lapuk
aku terpuruk.......

Tanjungpinang 11 Agustus 2012

Tenggelam Sudah

malam tinggal sepertiga
di ujung sajadah kuhanyutkan kisah
linang air mata mengiring doa
aku tenggelam sudah....

Tanjungpinang, 9 Agustus 2012

Terpenjara Rindu

teganya
kau penjarakan rinduku
meski tanpa jeruji
aku terkurung di luar
berkali kuketuk pintu hatimu
bukalah.....

Tanjungpinang, 6 Agustus 2012

Mengulang Kaji

mengulang kaji
teringat janji
alif ku tak kunjung katam
sedang lam masih kusulam
dan mim tak lagi bergumam
:hanya Dia yang tahu.....

Tanjungpinang 12 Agustus 2012

Rindu tak Terlerai

kasihku memang tak pernah usai
padamu mimpi ini masih
sungguh aku sansai......
: menanggung rindu tak terlerai

Tanjungpinang 29 Juli 2012

Cinta PadaMU

cintaku padaMu tak hanya selingkar bulan
meski ramadhan bersilih dengan matahari
sungguh aku tak akan pergi
biar lena dalam dekapMu....

Tanjungpinang, 13 Agustus 2012

Rabu, 25 Juli 2012

tadarus


sayup tadarusmu membelah malamku
aku hilang dalam lautan kalam bersipongang
sebentang sajadah mengantar janji ke dinihari

Jumat, 20 Juli 2012

Parut Luka

kembali kau parut luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....

Pernah Berbagi

dulu kau dan aku pernah berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....

Pernah Larut

dulu aku pernah larut
saat malam dan kelam memagut
janji yang telah kau renggut

sungguh aku hanyut
meski masih kusebut
namamu.....

Tinggal Risau

walau berganti musim
masih jua kuseberangkan rindu
riak dan gelombang mendamparkan rasa
yang kian tumbuh, mekar lalu berputik
sendiri: mengayuh biduk
tak terbaca angin dan cuaca
tinggal risau menggelatar di dada....

Aku tak lama

bila memang tiada ruang bagiku
aku tak akan singgah dan mengetuk pintu hatimu
biarkan aku termangu di berandamu
sekadar melepas lelah 
karena aku tak akan lama.......

Tiada Rasa

kau robek sudah hatiku di dadamu
hingga lembaran terakhir kau toreh luka
aku tak sanggup membacanya
tiada lagi rasa.....

Sajadah

tinggal selembar sajadah
pulanglah jiwa nan gelisah
bilal memanggil sudah......

Minggu, 15 Juli 2012

Berbagi Mimpi


dulu kau dan aku pernah berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....

Berbaringlah Rinduku


maka, berbaringlah rinduku pada lelapmu
sedang malam tertatih menyeberangi sunyi
ah..aku tak sanggup lagi bermimpi

Luka


kembali kau parut luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....

Kamis, 05 Juli 2012

Berdetak di Hatimu

Akun ingin berdetak
walau hanya sekali..
tapi, di hatimu....

Kutunggu Seuntai Kata Darimu

kutunggu seuntai kata darimu
sebagai tanda rindu ini pernah berpaut
sejauh penantian, mimpiku tergeletak
di sudut malam tempat kita menyimpan kenangan

dik:
harapku memang tak sesuai kenyataaan
biarkan rasa itu pergi
menoreh luka pada bilik hati

seiring perih
biarkan aku berlari
dan bayangmu selalu mengikuti
meski kita tak bersama lagi
di sini aku masih memegang janji
hati ini masih milikmu...

Jakarta, 7 April 2012

Berdetak di Jantungku

seulas senyummu
memagut tepian hatiku
dan gemuruh di dada
adalah rindu yang tak pernah usai
berdetakl di jantungku.....

Menyeberangi Sunyi

dik, rindu ini tak pernah usai
selalu saja mengantar nyeri ke dinihari
malam bersijingkat menyeberangi sunyi
dan aku tak sempat bermimpi

Rindu Bertaut

aku larut
kala bibirmu memagut
resah yang beringsut
dalam jalinan rindu bertaut
meski deru nafasmu tak lagi menyahut...

Bimbang

kembali kujemput
rentang kenangan
yang mengantar pulang
lewat jalan lengang
hatiku bimbang....

Untaian Rindu

aku ingin bergayut
dalam untaian rindu berpilin
di akar jiwa yang membentang rasa
lalu merambat ke jantung hatiku

Sekecup Bibirmu

sekecup bibirmu
hangatkan pagiku
dan desah nafasmu
begitu berarti bagi hidupku

Aku rela

dik: aku rela
bila rasa itu kan membunuhmu
tikam saja jejakku
di hatimu.....
kelak kupusarakan di pelupuk rindu

Berbagi dengan Hati

berbagilah dengan hati...walau perih
sedang mimpi tak mungkin lagi kita sudahi
lelaplah bersama rasa yang berdebar di jantungmu

Menyimpan Rasa

dik: izinkan aku menyimpan rasa
yang tak sempat kau jamah
di dadamu.....

Minggu, 01 April 2012

Satu Hela Nafas Lagi

Dik:
hanya tinggal satu hela nafas lagi
aku kan lelap dalam mimpi
lalu sunyi menyelimuti hari
tak perlu ratap kau tangisi
sebab lelah ini sudah terlalu letih
tertatih mengusai sepi

Dik:
bila sempat, tanam saja setangkai melati
siramlah dengan air kerinduan dan sepotong doa
kelak ia akan tumbuh dan mewangi di ranjangku

Jakarta, 28 Maret 2012

Jumat, 09 Maret 2012

Sepi

sepi ini masih saja memasung jiwaku
dik, tahukah kau kesepianku seperti belati
dingin tanpa suara mengiris jantung malam

aku menggelepar
tersedak menunggu tanganmu
mengenggam sepiku....
lalu ia kan dewasa bersamamu...

Tanjungpinang, 28 Feb 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Setelah Kepergian


Setelah kepergian itu

masih kau sisakan lambaian

lalu mengantar kenang

ke pangkuan pulang

setelah kepergian itu

kini hanya tinggal lengang

lalu sunyi menggenang

di ratap sumbang


Tanjungpinang, 25 Februari 2012

Selasa, 14 Februari 2012

Aku Ingin Pulang


Aku hanya ingin pulang

tapi bukan untuk kembali

menyusur sepi yang renta

menyeret langkah di kala senja


aku hanya ingin pulang

walau tidak mesti berbalik

menapak kenang yang lengang

menghitung jejak tertatih letih


Aku hanya ingin pulang

meski hanya tinggal jenak

tapi di hatimu...


Tanjungpinang, 12 Februari 2012

Kuncup Rindu

Bila rindu menjadi kuncup

tunggulah sepi sampai mengelopak

lalu sunyi membingkai tangkai

walau entah kapan mekarnya...di hatimu

Tanjungpinang, 14 Februari 2012

Selasa, 27 Desember 2011

Ujung Sua


Dik;
habis sudah kuluahkan rasa
tapi tiada kata yang tertumpah
rinduku membeku di ujung sua kita

Batam, 29 Desember 2011

Nyala Matamu


Sepasang nyala dari tatapmu
adalah penerang malam-malamku
jangan pernah engkau padamkan
aku kan tersesat di belantara hatimu

Batam, 29 Desember 2011

Hanyut

aku hanyut

kala cahaya matamu menggenang

mengalirkan riak kenangan

ke ujung rindu tak berkesudahan

Batam, 28 Desember 2011

Mereguk Rindu

kelak kutuang juga rindu ini

di gelas gelas kosong waktu

tak sempat kau bilas

aku kan mereguknya sampai mabuk...

Batam. 27 Desember 2011

Jumat, 11 November 2011

Berkelumun Nyeri

Biarlah malam menguap di lamunku
menanti debar, sebelum dinihari berkelumun nyeri
dan aku, tak sempat bermimpi....

Saat kelam berpaut, rindu tak menyahut
embun merimbun, kabut mengantarkan larut
tinggal aku, menimang buaian usang

batam, 12 November 2012

Minggu, 23 Oktober 2011

Buaian Anakku

rindu telah mengembun di mataku

kemudian jadi linang berderai kenangan

anakku, walau musim ini memutih

tali buaianmu masih menyangkut di jantungku

tidurlah, temui aku di pucuk-pucuk malam

Batam, 24 Oktober 2011

Minggu, 16 Oktober 2011

Siang Menepi

Siang menepi, senja menghampiri
di hati, masih ada perih
sayup kudengar kau berbisik lirih
pulanglah...bilal sudah memanggil

Selasa, 04 Oktober 2011

Bermalam di Hatimu

Biarkan aku bermalam di hatimu

melelapkan mimpi, ditingkah desah dinihari

lalu membaringkan rindu yang menggenang di pucuk embun

Biarkan aku bermalam di hatimu

meski pagi tak pasti kutemui...


Batam, 3 Oktober 2011

Merepih Sunyi

Merepih sunyi, lamun tersentak janji
mimpi tak mungkin lagi kusudahi
lelaplah...walau kelam membuncah
rindu masih menggenang di mataku

Batam, 5 Oktober 2011

Sabtu, 24 September 2011

Lengang

lengang melenggang sepanjang siang
terik dan debu menjadi rindu
peluh luluh dalam gemuruh
saat langkah tertatih menuju letih
pulanglah sebelum sampai
masihkah engkau melambai??

Batam, 24 September 2011

Senin, 14 Februari 2011

Senja

Dan senja pun jatuh
di kaki langit, baris baris merah perlahan menyeret kelam
bersiaplah, karena kita tak akan pernah tahu di peraduan mana mimpi itu ditenggelamkan

Tanjungpinang, 8 Februari 2011

Kamis, 10 Februari 2011

Bunga Mimpi

Bila jemarimu yang memetik bunga mimpiku, aku rela
sebab malam tak akan mampu melarutkan embun menjadi airmata
biarlah tangis ini pecah mengoyak kelam
lalu pagi menghapus bayang yang tak sempat kubingkai

Tanjungpinang, 10 Februari 2011

Sabtu, 25 September 2010

Aku Pasti Kembali

Sesibak rambutmu, masih tergerai kenangan
dan aku menyisir waktu yang kian kusut
mengurai helai-helai rindu tak berkesudahan

Tunggulah, karena aku pasti kembali
membuka simpul hati yang terikat di jantungmu

Tanjungpinang, 26 September 2010

Rabu, 25 Agustus 2010

Kenangan

Kaukah yang menyulut kenangan?
saat puing-puing lamunku lindap
pada unggun perapian yang gelisah
meliukkan cahayanya menjadi kobar
yang membakar ranting ranting hatiku

Tanjungpinang, 25 Agustus 2010

Minggu, 04 Juli 2010

Pucuk Rindu

Kau ulam lagi pucuk rindu
meranggas di ranting-ranting jiwa
di hati entah....

Tanjungpinang, 4 Juli 2010

Hanya PadaMu

Bersama malam, kularutkan rindu
mimpi tiada henti membelah kelam
dalam lindapMu aku hanyut
terkatung pada sungai takdir
yang entah di mana muaranya


Inilah pertaruhan nasib
duka perjalanan yang mengalirkan
keluh yang teramat kesah
kemudian mendamparkankan cinta kasihku
di pelataran sajadah kepulangan
hanya padaMU...

Tanjungpinang, 4 Juli 2010

Sabtu, 29 Mei 2010

Ilalang

Di hatimu, aku hanya setangkai ilalang
Tumbuh liar sepanjang kemarau gersang
Maka siangilah...
Karena aku begitu merindu lentik jari
yang pernah menggurat dada
dengan sebait madah
meski tak sempat kubaca


Tanjungpinang, 29 Mei 2010

Rabu, 19 Mei 2010

Di Berandamu

Lama sudah tak singgah di berandamu
Masih adakah secangkir kopi terhidang
Dalam regukan waktu yang menggigil
Aku kembali menikam jejak membatu
Sayang tak sempat kita ukir
Jadi prasasti pada bingkai sejarah
Kelak dibaca oleh anak cucu kita
Tentang selembar rasa tak terungkap

Jangan biarkan aku termangu !!!
Mengetuk pintu-pintu sepi
Di hatimu....

Tanjungpinang, 20 Mei 2010

Senin, 10 Mei 2010

Sri Bintan Pura

Buih ombak menyapa
gelombang menghempas kenangan
di Tanjung penantian...

dan tepi laut jadi saksi
dari seribu lambaian
terselip makna perpisahan

kini pelantar merindu
kapan kapal kan berlabuh

Tanjungpinang, 10 Mei 2010

Minggu, 09 Mei 2010

Kasih Ibu

Di matamu..aku berkaca
tentang kasih tak berkesudahan
Ibu...tertikam aku sudah
dalam kesangsian hidup yang jengah

Terbayang wajah lusuh renta
menyeret langkah di kala senja
di atas sajadahnya terhampar berjuta doa
hanya untuk anaknya.....

Tanjungpinang, 9 Mei 2010

Selasa, 23 Februari 2010

Aku Telah di Barat

Bila sampai ke barat
aku ingin bersanding dengan matahari
bercengkrama di garis langit menunggu senja datang

Dari barat, aku pinang rembulan
menemaniku sepanjang peraduan malam
dan pagi melahirkan buah mimpi kita

Saat di barat, aku menghitung waktu
menyusuri sunyi tuk sampai ke pangkuanMu

Tanjungpinang, 23 Februari 2010

Segumpal Rasa

Dalam lambaian terselip segumpal rasa yang membelit jantung. Biarlah detaknya mengukir garis langkahku: Bahwa kita pernah seiring sejalan. Malam ini aku masih menunggu rembulan meminang peraduan mimpi yang tak sempat kita tenun. Perlahan cahayanya menyapa embun yang terlanjur beku di ujung jiwa kita.

Tanjungpinang, 9 Februari 2010

Di Jejakmu

Di jejakmu telah kutanam melati
kusiram dengan air mata kerinduan
pada langkah yang tak lagi berayun
meniti sunyi saat purnama tiba
sedang malam membeku di jantungku
kini baru aku mengerti arti kasihmu

Batam, 7 Januari 2010

Dirikulah Senja

Dirikulah senja, yang menyambut malam dengan belati terhunus menikam pusaran mimpi di ambang fajar. Oh...dikaukah yang menggelepar di ranjang pelaminan itu? Sungguh aku tak sanggup mendengar deru nafasmu memacu pagi.

Tanjungpinang, 18 Desember 2009

Senin, 16 November 2009

Surat

Jika rindu, bacalah suratku
di dalamnya terselip setangkai melati
yang pernah tumbuh di laman hati kita
Jika rindu, balaslah suratku
walau tanpa kata sekalipun
karena aku sudah bisa membacanya....

Tanjungpinang, 13 November 2009

Selasa, 10 November 2009

Senja

Senja ini aku mencarimu
sampai ke barat, di garis langit
meninggalkan bayang bayang
mengejar cahayamu

Senja ini aku mencarimu
menunggu di persimpangan
saat terang dan gelap bersisian
mengapa rembulan kau sembunyikan?

Tanjungpinang, 8 November 2009

Linang Airmatamu

Di linang air matamu, kubasuh luka
Ditikam sepi terpaut desah dinihari
menunggu pusaran waktu terasa kian panjang
saat ratap dan tangis berderai di ujung pelaminan

Di linang airmatamu, kuhanyutkan kisah
tentang perih tertusuk mawar berduri

Tanjungpinang, 2 November 2009

Buah Hati

Bulan melingkar di matamu
dari jauh aku hanya termangu
menatap sebilah cahaya menikam gelap

Bersama sinarmu, bayanganku berlari
mengejar kanak-kanak bermain petak umpet
lalu sembunyi di bawah ranjang pelaminan kita

Perlahan kau berbisik, "Mereka buah hati kita"

Tanjungpinang, 2 November 2009

Menangislah di Dadaku

Menangislah di dadaku
kau akan rasakan debar kerinduan
mengetuk pintu angin delapan penjuru
dan, menjadi embun di sudut hatimu

Tumpahkanlah airmatamu di dadaku
biar mengalir sampai ke lubuk hati
membasahi ranjang usang pelaminan kita
dan di linangnya, aku akan tenggelam

Tanjungpinang, 30 Oktober 2009

Segulung Rambutmu

Segulung rambutmu, telah mengikat jantungku
kesangsian apalagi yang tergerai di ujung sua kita

menyisir jarak dan waktu terasa kian panjang
ketika jalinan rasa gumpal menggumpal
mencari simpul di ruang hatimu

Segulung rambutmu, telah mengikat jantungku
maka biarkan aku memasang konde di sanggulmu

Tanjungpinang, 21 Oktober 2009

Kita Hamba Sahaya (Doa untuk Korban Gempa Sumbar)

Kita tak sanggup lagi mengartikan
ribuan jasad yang bergelimpangan
di bawah puing puing reruntuhan

Kita memang tak kuasa memaknai
ketika bumi berguncang
dan orang orang berlari ketakutan

Kita hanya bisa termangu
menyaksikan tanah minang rengkah
darah dan airmata berceceran

Kita hanya hamba sahaya
dan hanya bisa berdoa

Padang, 7 Oktober 2009

Kudengar Rintih Itu

Sayup masih kudengar rintih itu
di bawah puing puing reruntuhan
kulihat tanganmu melambai lambai
seakan menyampaikan salam perpisahan

Sayup masih kudengar rintih itu
di antara timbunan tiang tiang beton
kulihat darah dan airmata berceceran
seakan melukiskan duka kita

Sayup masih kudengar rintih itu
sayang...aku hanya bisa berdoa
ketika suaramu tak lagi kudengar


Padang, 5 Oktober 2009

Aku Hanya

Aku hanya selintas bayang
menyelinap dalam mimpimu

Aku hanya sealun rentak
mengetuk dinding hatimu

Aku hanya segumpal harap
menunggu uluran kasihmu

Aku hanya sebait syair
mengungkap rasa rindu, hanya padamu

Tanjungpinang, 9 September 2009

Dalam Lelap Terjaga

Dalam lelap yang terjaga
Aku menjadi asing pada diri sendiri
bayangan tak lagi menyatu dengan raga
lalu sepi mengembara di cakrawala

dari jauh, aku lihat usungan keranda
mengantar jenazah ke liang tanah merah
dan di batu nisan tertulis namaku
sayang... aku tak bisa mengejanya

Tanjunginang, 8 September 2009

Pusara Mimpi

Biarlah kupusarakan mimpi ini
karena bayangmu selalu berlari
hingga kenyataan terlalu sulit untuk dimaknai

Engkau mungkin tak akan mengerti
tentang perih tertusuk mawar berduri
menyayat sepi ditinggal desah dinihari

Biarlah kupusarakan mimpi ini
walau tak berbatu batu nisan sekalipun

Tanjungpinang, 8 September 2009

Senggarang

Di balik bukit, laut terhampar
pelantar pelantar mencabar kerinduan
untuk sebuah kepergian
yang kau larungkan bersama gelombang

Di balik bukit, kelok berliku
janji janji tertanam sepanjang jalan
untuk sebuah kepulangan
yang kau teriakkan dari seberang lautan

Tanjungpinang, 7 September 2009

Minggu, 06 September 2009

Sajak Hujan

Sajak hujan membasahi bibirmu
aku tenggelam dalam kata membeku
diam diam, aku meneguknya
kecupanmu terasa kian hangat
mengaliri sendi sendi
dan terus tumbuh di taman hatiku:
setangkai melati harum mewangi

Tanjungpinang, 7 September 2009

Jangan Melambai

aku pergi, jangan melambai
cukup sudah tatap mata itu
menikam setiap langkahku

Mari kita tunggu peraduan jarak dan waktu
menakwilkan mimpi di balik selimut malam
berpagut debar dan getar kasih tak sampai

aku pergi, jangan melambai
sebab, akulah lambaian itu: melukis bolamatamu
dengan tinta air mata kerinduan

Tanjunginang, 6 September 2009

Kamis, 03 September 2009

Basah Rambutmu

Pagi ini basah rambutmu
segulung kisah tentang kita jatuh terurai
dalam kusut yang kau sembunyikan
pada selimut malam yang menggigil menanti terang
dan aku menyisir hela demi helai
sambil memasang konde di sanggulmu

Tanjungpinang, 1 September 2009

Minggu, 30 Agustus 2009

Puasa

Ketika haus dan lapar mendera
jiwa menggigil menunggu waktu
Ingin rasanya mendorong mentari
tengelam menuju peraduan malam
lalu, bagai serigala melahap segala rasa

Astaghfirullah...
Hasrat sirna saat berbuka tiba
Setetes air buyarkan segalanya
Alhamdulilah...
nikmat hidup tiada terkira
masihkah kita lupa dan lalai kepadaNya?

Tanjungpinang, 27 Agustus 2009

Menuju Mahsyar

Akhirnya tinggal sendiri
lalu sepi mendekap hati
sederet karangan bunga hanyalah basa basi
sesungguhnya mati adalah keranda abadi
menuju sunyi yang dicari cari

dan batu nisan hanyalah petanda
indahnya peraduan menuju mahsyar

Tanjungpinang, 25 Agustus 2009

Mengeja Alif

Tidakkah kau mengerti
saat kita mulai mengeja dengan alif
berdiri tegak ke hadapanNya
inikah jalan lurus itu?
jalan bagi orang yang dikasihi

lalu? mengapa masih ragu
teruslah mengeja namaNya
hingga di sepertiga malam
Temukan dirimu yang hilang
asyik masyuk di keranda kalbu

Tanjungpinang, 23 Agustus 2009

Minggu, 23 Agustus 2009

Sepotong Doa


Dan kata-kata mengalir begitu saja
tanpa kita pernah tahu awal dan akhirnya
bersamanya hanyut berjuta makna
tentang hidup tiada bertepi

Akan kemanakah kata?
biarkan ia mencari samuderanya sendiri
Lalu, menenggelamkan kita
pikiran kita, jiwa kita,
dan dosa dosa kita
Bersama kata terselip sepotong doa
Astaghfirullah...

Tanjungpinang, 23 Agustus 2009

Puisi Tentangmu


Demi resah membelenggu
akhirnya kutulis jua
bait rindu menggebubu
pada luhur tatap mata
yang pernah bersemayam
dalam pusara hatiku
sebuah puisi, tentangmu

Tanjungpinang, 22 Agustus 2009

Menjelang Petang


Sayang...kau tawarkan rindu jelang petang
Di sini aku masih menyimpan tatap mata
yang dulu sempat menikam jantung

Kenapa begitu lama termangu
Adakah kesangsian menyelimuti
Dinding hati yang membatu
untuk kuukir pada garis zaman

Puaahhh...
Madukah yang kau poles di bibir
Mengapa begitu pahit saat kukecup


Tanjungpinang, 20 Agustus 2009

Demi Rindu


Demi rindu menggebubu
mengembara di cakrawala
tak sabar menunggu
berdekap di singasana hatiMu

Dan kesangsian langit dan bumi
runtuh bersama keagungan namaMu
jagad raya bertabur cahaya
Subhanallah...
Alhamdulilah...
Allahu Akbar...

Astaghfirullah
biarkan hamba bersamaMu

Tanjungpinang, 20 Agustus 2009

Marhaban Ramadhan


Akhirnya tangispun pecah
Teringat segala yag sudah
Masih adakah maghfirah?
Ketika jiwa semakin lelah

Ya Rabbi
Jangan biarkan aku termangu
dalam gelap merindu cahayaMu
Bersama bulan yang Kau Janjikan
Seisi alam pun merunduk
Sujudku berurai air mata
Marhaban ya Ramadhan...

Tanjungpinang, 19 Agustus 2009

Tanjungpinang


Tambatkan perahu
pelantar merindu
bandar semakin riuh
Hatiku luluh

Tanjungpinang, 3 Agustus 2009

Minggu, 02 Agustus 2009

Merantau


Demi masa depanmu
Demi harga dirimu
sebagai seorang laki laki
Demi adat istiadat kita
Nak...Pergilah merantau
Tinggalkan rumah gadang ini

Dari tanah seberang
Bersama waktu
Kau akan tahu
Siapa dirimu

Oh...Alam terkembang menjadi guru
Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung

Tanjunginang, 3 Agustus 2009

Jiwa Gelisah


Malam gerah
penuh keluh kesah
Mimpi ternoda darah
Jiwa jiwa kehilangan arah
Terperangkap dalam gelap

Angin mendesah
Menampar wajah
Tiang ranjang patah
Jiwa jiwa semakin gelisah
Pada dinding kamar yang pengap

Tanjungpinang, 1 Agustus 2009

Kamis, 30 Juli 2009

Nasehat buat Anakku


Nak..bapak pulang hanya membawa segenggam kerinduan
Tak perlu bersedih
Jangan menangis
Tidur saja
karena kita masih punya mimpi
Semoga laparnya hilang sendiri

Anakku...jika besar nanti
Bapak rela kau jadi pemimpi
Sebab profesi itu tidak akan merugikan orang lain
dan tidak akan bisa korupsi

Anakku...tersenyumlah dalam tidurmu
Biarkan dirimu hanyut bersama mimpi mimpi itu
Karena sebentar lagi kau akan jadi pemimpin

Tanjungpinang, 30 Juli 2009

Sajadah Ibu


Sajak bibir tak lagi menyebut namaMu
Aku terasing dalam diri
Sendiri berlumur sepi
Berlari bersama kegelapan
termangu di setiap persimpangan

Astaghfirullah....
Ke mana arah kan dituju
Sementara fajar sudah menunggu

Wahai lelaki yang berdiri di ujung malam
Tidakkah kau melihat tanda tanda
Yang terhampar pada sajadah Ibumu
Tanpa doa dan linang airmatanya
Kau akan tenggelam

Tanjungpinang, 30 Juli 2009

Rabu, 29 Juli 2009

Istriku Menanak Harapan


Istriku menanak harapan
Dari sisa sisa mimpi semalam
Tatap matanya nanar
Memandang asap melukis langit
"Sayang...kita tak bisa mewarnai," keluhmu
"Padahal aku ingin seperti pelangi," ujarmu

Tanjungpinang, 29 Juli 2009

Senandung Malam


Senandung itu kembali mengalun
Mengusik kesunyian malam
Sepi...
Perih...
Lirih...
Menyayat-nyayat mimpi
Yang terbengkalai

Senandung itu kini sumbang
Mungkinkah ada yang disembunyikan?

Tanjungpinang, 29 Juli 2009

Selasa, 28 Juli 2009

Rindu buat Bapak


Pak...keringatmu adalah mata air
Hidup yang mengalirkan harapan
Untuk kita tanak

Pak...keringatmu adalah wangi melati
Menebar aroma di sepanjang jalan
Untuk kita kenang

Pak...kami rindu
Bersama jalinan doa
Mungkinkah kita berpegangan?

(buat almarhum ayahanda tercinta)
Tanjungpinang, 28 Juli 2009

Suara Hati


Suara hati mencabik malam
Membangunkan tubuh yang sekarat
Ketika jiwa sibuk mengejar mimpi

Di keremangan aku mendengar bisikan itu
Wahai.. yang termangu dalam gelap
Mungkinkah esok pagi menunggumu?
Aku menjadi asing
Meniti lembah sunyi
Hatiku luluh
Kesombonganku jatuh

Lalu azan subuh berkumandang
Aku tersentak...

Tanjungpinang, 27 Juli 2009

Menanti Musim


Rintik hujan ini membasahi rambutmu
Bulir bulir air nan menetes di pipimu bagai bola kristal
Memantulkan bayang bayang rindu

Lalu..jatuh ke bumi nan dahaga
Meresap ke rahim kehidupan
Dari akar ke pohon, pohon ke dahan, dahan ke ranting, ranting ke daun, dan daun ke pucuk
Lalu..kapan kuncup kan jadi bunga?

Ah..tak sabar aku menanti musim


Tanjungpinang, 27 Juli 2009