Sabtu, 24 November 2012
Resah
malam rebah
membaringkan resah
dan selalu mengajakmu singgah
meski mimpi ini tak pernah sudah
biarlah......
tanjungpinang, 5 november 2012
Mimpi
lelap jua ia dipeluk malam
sehamparan mimpinya
tumbuh berkuntum kuntum puisi
petiklah sebelum pagi digunggung matahari
tanjungpinang, 4 November 2012
Resah
resah ini kian renta
menyentak lara di kala senja
bila raga tak lagi berasa
kubur saja mimpimu...di dadaku
Tanjungpinang, 2 November 2012
Jumat, 26 Oktober 2012
Tersebab
Berbagi Sepi
Nak Kandung
Nyeri Dada
Biar Sansai
Lengang
Jumat, 05 Oktober 2012
Sepi
jangan pernah kau pujuk
karena masih ada rajuk
berpilin akar kayu lapuk
aku terpuruk.......
Tanjungpinang 11 Agustus 2012
Tenggelam Sudah
di ujung sajadah kuhanyutkan kisah
linang air mata mengiring doa
aku tenggelam sudah....
Tanjungpinang, 9 Agustus 2012
Terpenjara Rindu
kau penjarakan rinduku
meski tanpa jeruji
aku terkurung di luar
berkali kuketuk pintu hatimu
bukalah.....
Tanjungpinang, 6 Agustus 2012
Mengulang Kaji
teringat janji
alif ku tak kunjung katam
sedang lam masih kusulam
dan mim tak lagi bergumam
:hanya Dia yang tahu.....
Tanjungpinang 12 Agustus 2012
Rindu tak Terlerai
padamu mimpi ini masih
sungguh aku sansai......
: menanggung rindu tak terlerai
Tanjungpinang 29 Juli 2012
Cinta PadaMU
meski ramadhan bersilih dengan matahari
sungguh aku tak akan pergi
biar lena dalam dekapMu....
Tanjungpinang, 13 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
tadarus
sayup tadarusmu membelah malamku
aku hilang dalam lautan kalam bersipongang
sebentang sajadah mengantar janji ke dinihari
Jumat, 20 Juli 2012
Parut Luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....
Pernah Berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....
Pernah Larut
saat malam dan kelam memagut
janji yang telah kau renggut
sungguh aku hanyut
meski masih kusebut
namamu.....
Tinggal Risau
masih jua kuseberangkan rindu
riak dan gelombang mendamparkan rasa
yang kian tumbuh, mekar lalu berputik
sendiri: mengayuh biduk
tak terbaca angin dan cuaca
tinggal risau menggelatar di dada....
Aku tak lama
aku tak akan singgah dan mengetuk pintu hatimu
biarkan aku termangu di berandamu
sekadar melepas lelah
karena aku tak akan lama.......
Tiada Rasa
hingga lembaran terakhir kau toreh luka
aku tak sanggup membacanya
tiada lagi rasa.....
Minggu, 15 Juli 2012
Berbagi Mimpi
dulu kau dan aku pernah berbagi
tentang mimpi menjelang dinihari
dan kini masih tersimpan di hati ini.....
Berbaringlah Rinduku
maka, berbaringlah rinduku pada lelapmu
sedang malam tertatih menyeberangi sunyi
ah..aku tak sanggup lagi bermimpi
Luka
kembali kau parut luka
di dada yang pernah kau jamah
meski tak setetes darah
di hati....entah.....
aku pasrah....
Kamis, 05 Juli 2012
Kutunggu Seuntai Kata Darimu
sebagai tanda rindu ini pernah berpaut
sejauh penantian, mimpiku tergeletak
di sudut malam tempat kita menyimpan kenangan
dik:
harapku memang tak sesuai kenyataaan
biarkan rasa itu pergi
menoreh luka pada bilik hati
seiring perih
biarkan aku berlari
dan bayangmu selalu mengikuti
meski kita tak bersama lagi
di sini aku masih memegang janji
hati ini masih milikmu...
Jakarta, 7 April 2012
Berdetak di Jantungku
memagut tepian hatiku
dan gemuruh di dada
adalah rindu yang tak pernah usai
berdetakl di jantungku.....
Menyeberangi Sunyi
selalu saja mengantar nyeri ke dinihari
malam bersijingkat menyeberangi sunyi
dan aku tak sempat bermimpi
Rindu Bertaut
kala bibirmu memagut
resah yang beringsut
dalam jalinan rindu bertaut
meski deru nafasmu tak lagi menyahut...
Bimbang
rentang kenangan
yang mengantar pulang
lewat jalan lengang
hatiku bimbang....
Untaian Rindu
dalam untaian rindu berpilin
di akar jiwa yang membentang rasa
lalu merambat ke jantung hatiku
Aku rela
bila rasa itu kan membunuhmu
tikam saja jejakku
di hatimu.....
kelak kupusarakan di pelupuk rindu
Berbagi dengan Hati
sedang mimpi tak mungkin lagi kita sudahi
lelaplah bersama rasa yang berdebar di jantungmu
Minggu, 01 April 2012
Satu Hela Nafas Lagi
hanya tinggal satu hela nafas lagi
aku kan lelap dalam mimpi
lalu sunyi menyelimuti hari
tak perlu ratap kau tangisi
sebab lelah ini sudah terlalu letih
tertatih mengusai sepi
Dik:
bila sempat, tanam saja setangkai melati
siramlah dengan air kerinduan dan sepotong doa
kelak ia akan tumbuh dan mewangi di ranjangku
Jakarta, 28 Maret 2012
Jumat, 09 Maret 2012
Sepi
Sabtu, 25 Februari 2012
Setelah Kepergian
Setelah kepergian itu
masih kau sisakan lambaian
lalu mengantar kenang
ke pangkuan pulang
setelah kepergian itu
kini hanya tinggal lengang
lalu sunyi menggenang
di ratap sumbang
Tanjungpinang, 25 Februari 2012
Selasa, 14 Februari 2012
Aku Ingin Pulang
Aku hanya ingin pulang
tapi bukan untuk kembali
menyusur sepi yang renta
menyeret langkah di kala senja
aku hanya ingin pulang
walau tidak mesti berbalik
menapak kenang yang lengang
menghitung jejak tertatih letih
Aku hanya ingin pulang
meski hanya tinggal jenak
tapi di hatimu...
Tanjungpinang, 12 Februari 2012
Kuncup Rindu
Bila rindu menjadi kuncup
tunggulah sepi sampai mengelopak
lalu sunyi membingkai tangkai
walau entah kapan mekarnya...di hatimu
Tanjungpinang, 14 Februari 2012
Selasa, 27 Desember 2011
Ujung Sua
Nyala Matamu
Hanyut
aku hanyut
kala cahaya matamu menggenang
mengalirkan riak kenangan
ke ujung rindu tak berkesudahan
Batam, 28 Desember 2011
Mereguk Rindu
kelak kutuang juga rindu ini
di gelas gelas kosong waktu
tak sempat kau bilas
aku kan mereguknya sampai mabuk...
Batam. 27 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Berkelumun Nyeri
Minggu, 23 Oktober 2011
Buaian Anakku
rindu telah mengembun di mataku
kemudian jadi linang berderai kenangan
anakku, walau musim ini memutih
tali buaianmu masih menyangkut di jantungku
tidurlah, temui aku di pucuk-pucuk malam
Batam, 24 Oktober 2011
Minggu, 16 Oktober 2011
Siang Menepi
di hati, masih ada perih
sayup kudengar kau berbisik lirih
pulanglah...bilal sudah memanggil
Selasa, 04 Oktober 2011
Bermalam di Hatimu
Biarkan aku bermalam di hatimu
melelapkan mimpi, ditingkah desah dinihari
lalu membaringkan rindu yang menggenang di pucuk embun
Biarkan aku bermalam di hatimu
meski pagi tak pasti kutemui...
Batam, 3 Oktober 2011
Merepih Sunyi
mimpi tak mungkin lagi kusudahi
lelaplah...walau kelam membuncah
rindu masih menggenang di mataku
Sabtu, 24 September 2011
Lengang
Senin, 14 Februari 2011
Senja
di kaki langit, baris baris merah perlahan menyeret kelam
bersiaplah, karena kita tak akan pernah tahu di peraduan mana mimpi itu ditenggelamkan
Tanjungpinang, 8 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Bunga Mimpi
sebab malam tak akan mampu melarutkan embun menjadi airmata
biarlah tangis ini pecah mengoyak kelam
lalu pagi menghapus bayang yang tak sempat kubingkai
Tanjungpinang, 10 Februari 2011
Sabtu, 25 September 2010
Aku Pasti Kembali
dan aku menyisir waktu yang kian kusut
mengurai helai-helai rindu tak berkesudahan
Tunggulah, karena aku pasti kembali
membuka simpul hati yang terikat di jantungmu
Tanjungpinang, 26 September 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
Kenangan
Kaukah yang menyulut kenangan?
saat puing-puing lamunku lindap
pada unggun perapian yang gelisah
meliukkan cahayanya menjadi kobar
yang membakar ranting ranting hatiku
Tanjungpinang, 25 Agustus 2010
Minggu, 04 Juli 2010
Pucuk Rindu
meranggas di ranting-ranting jiwa
di hati entah....
Tanjungpinang, 4 Juli 2010
Hanya PadaMu
mimpi tiada henti membelah kelam
dalam lindapMu aku hanyut
terkatung pada sungai takdir
yang entah di mana muaranya
Inilah pertaruhan nasib
duka perjalanan yang mengalirkan
keluh yang teramat kesah
kemudian mendamparkankan cinta kasihku
di pelataran sajadah kepulangan
hanya padaMU...
Tanjungpinang, 4 Juli 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Ilalang
Tumbuh liar sepanjang kemarau gersang
Maka siangilah...
Karena aku begitu merindu lentik jari
yang pernah menggurat dada
dengan sebait madah
meski tak sempat kubaca
Tanjungpinang, 29 Mei 2010
Rabu, 19 Mei 2010
Di Berandamu
Masih adakah secangkir kopi terhidang
Dalam regukan waktu yang menggigil
Aku kembali menikam jejak membatu
Sayang tak sempat kita ukir
Jadi prasasti pada bingkai sejarah
Kelak dibaca oleh anak cucu kita
Tentang selembar rasa tak terungkap
Jangan biarkan aku termangu !!!
Mengetuk pintu-pintu sepi
Di hatimu....
Tanjungpinang, 20 Mei 2010
Senin, 10 Mei 2010
Sri Bintan Pura
gelombang menghempas kenangan
di Tanjung penantian...
dan tepi laut jadi saksi
dari seribu lambaian
terselip makna perpisahan
kini pelantar merindu
kapan kapal kan berlabuh
Tanjungpinang, 10 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Kasih Ibu
tentang kasih tak berkesudahan
Ibu...tertikam aku sudah
dalam kesangsian hidup yang jengah
Terbayang wajah lusuh renta
menyeret langkah di kala senja
di atas sajadahnya terhampar berjuta doa
hanya untuk anaknya.....
Tanjungpinang, 9 Mei 2010
Selasa, 23 Februari 2010
Aku Telah di Barat
aku ingin bersanding dengan matahari
bercengkrama di garis langit menunggu senja datang
Dari barat, aku pinang rembulan
menemaniku sepanjang peraduan malam
dan pagi melahirkan buah mimpi kita
Saat di barat, aku menghitung waktu
menyusuri sunyi tuk sampai ke pangkuanMu
Tanjungpinang, 23 Februari 2010
Segumpal Rasa
Tanjungpinang, 9 Februari 2010
Di Jejakmu
kusiram dengan air mata kerinduan
pada langkah yang tak lagi berayun
meniti sunyi saat purnama tiba
sedang malam membeku di jantungku
kini baru aku mengerti arti kasihmu
Batam, 7 Januari 2010
Dirikulah Senja
Tanjungpinang, 18 Desember 2009
Senin, 16 November 2009
Surat
di dalamnya terselip setangkai melati
yang pernah tumbuh di laman hati kita
Jika rindu, balaslah suratku
walau tanpa kata sekalipun
karena aku sudah bisa membacanya....
Tanjungpinang, 13 November 2009
Selasa, 10 November 2009
Senja
sampai ke barat, di garis langit
meninggalkan bayang bayang
mengejar cahayamu
Senja ini aku mencarimu
menunggu di persimpangan
saat terang dan gelap bersisian
mengapa rembulan kau sembunyikan?
Tanjungpinang, 8 November 2009
Linang Airmatamu
Ditikam sepi terpaut desah dinihari
menunggu pusaran waktu terasa kian panjang
saat ratap dan tangis berderai di ujung pelaminan
Di linang airmatamu, kuhanyutkan kisah
tentang perih tertusuk mawar berduri
Tanjungpinang, 2 November 2009
Buah Hati
dari jauh aku hanya termangu
menatap sebilah cahaya menikam gelap
Bersama sinarmu, bayanganku berlari
mengejar kanak-kanak bermain petak umpet
lalu sembunyi di bawah ranjang pelaminan kita
Perlahan kau berbisik, "Mereka buah hati kita"
Tanjungpinang, 2 November 2009
Menangislah di Dadaku
kau akan rasakan debar kerinduan
mengetuk pintu angin delapan penjuru
dan, menjadi embun di sudut hatimu
Tumpahkanlah airmatamu di dadaku
biar mengalir sampai ke lubuk hati
membasahi ranjang usang pelaminan kita
dan di linangnya, aku akan tenggelam
Tanjungpinang, 30 Oktober 2009
Segulung Rambutmu
kesangsian apalagi yang tergerai di ujung sua kita
menyisir jarak dan waktu terasa kian panjang
ketika jalinan rasa gumpal menggumpal
mencari simpul di ruang hatimu
Segulung rambutmu, telah mengikat jantungku
maka biarkan aku memasang konde di sanggulmu
Tanjungpinang, 21 Oktober 2009
Kita Hamba Sahaya (Doa untuk Korban Gempa Sumbar)
ribuan jasad yang bergelimpangan
di bawah puing puing reruntuhan
Kita memang tak kuasa memaknai
ketika bumi berguncang
dan orang orang berlari ketakutan
Kita hanya bisa termangu
menyaksikan tanah minang rengkah
darah dan airmata berceceran
Kita hanya hamba sahaya
dan hanya bisa berdoa
Padang, 7 Oktober 2009
Kudengar Rintih Itu
di bawah puing puing reruntuhan
kulihat tanganmu melambai lambai
seakan menyampaikan salam perpisahan
Sayup masih kudengar rintih itu
di antara timbunan tiang tiang beton
kulihat darah dan airmata berceceran
seakan melukiskan duka kita
Sayup masih kudengar rintih itu
sayang...aku hanya bisa berdoa
ketika suaramu tak lagi kudengar
Padang, 5 Oktober 2009
Aku Hanya
menyelinap dalam mimpimu
Aku hanya sealun rentak
mengetuk dinding hatimu
Aku hanya segumpal harap
menunggu uluran kasihmu
Aku hanya sebait syair
mengungkap rasa rindu, hanya padamu
Tanjungpinang, 9 September 2009
Dalam Lelap Terjaga
Aku menjadi asing pada diri sendiri
bayangan tak lagi menyatu dengan raga
lalu sepi mengembara di cakrawala
dari jauh, aku lihat usungan keranda
mengantar jenazah ke liang tanah merah
dan di batu nisan tertulis namaku
sayang... aku tak bisa mengejanya
Tanjunginang, 8 September 2009
Pusara Mimpi
karena bayangmu selalu berlari
hingga kenyataan terlalu sulit untuk dimaknai
Engkau mungkin tak akan mengerti
tentang perih tertusuk mawar berduri
menyayat sepi ditinggal desah dinihari
Biarlah kupusarakan mimpi ini
walau tak berbatu batu nisan sekalipun
Tanjungpinang, 8 September 2009
Senggarang
pelantar pelantar mencabar kerinduan
untuk sebuah kepergian
yang kau larungkan bersama gelombang
Di balik bukit, kelok berliku
janji janji tertanam sepanjang jalan
untuk sebuah kepulangan
yang kau teriakkan dari seberang lautan
Tanjungpinang, 7 September 2009
Minggu, 06 September 2009
Sajak Hujan
aku tenggelam dalam kata membeku
diam diam, aku meneguknya
kecupanmu terasa kian hangat
mengaliri sendi sendi
dan terus tumbuh di taman hatiku:
setangkai melati harum mewangi
Tanjungpinang, 7 September 2009
Jangan Melambai
cukup sudah tatap mata itu
menikam setiap langkahku
Mari kita tunggu peraduan jarak dan waktu
menakwilkan mimpi di balik selimut malam
berpagut debar dan getar kasih tak sampai
aku pergi, jangan melambai
sebab, akulah lambaian itu: melukis bolamatamu
dengan tinta air mata kerinduan
Tanjunginang, 6 September 2009
Kamis, 03 September 2009
Basah Rambutmu
segulung kisah tentang kita jatuh terurai
dalam kusut yang kau sembunyikan
pada selimut malam yang menggigil menanti terang
dan aku menyisir hela demi helai
sambil memasang konde di sanggulmu
Tanjungpinang, 1 September 2009
Minggu, 30 Agustus 2009
Puasa
jiwa menggigil menunggu waktu
Ingin rasanya mendorong mentari
tengelam menuju peraduan malam
lalu, bagai serigala melahap segala rasa
Astaghfirullah...
Hasrat sirna saat berbuka tiba
Setetes air buyarkan segalanya
Alhamdulilah...
nikmat hidup tiada terkira
masihkah kita lupa dan lalai kepadaNya?
Tanjungpinang, 27 Agustus 2009
Menuju Mahsyar
lalu sepi mendekap hati
sederet karangan bunga hanyalah basa basi
sesungguhnya mati adalah keranda abadi
menuju sunyi yang dicari cari
dan batu nisan hanyalah petanda
indahnya peraduan menuju mahsyar
Tanjungpinang, 25 Agustus 2009
Mengeja Alif
saat kita mulai mengeja dengan alif
berdiri tegak ke hadapanNya
inikah jalan lurus itu?
jalan bagi orang yang dikasihi
lalu? mengapa masih ragu
teruslah mengeja namaNya
hingga di sepertiga malam
Temukan dirimu yang hilang
asyik masyuk di keranda kalbu
Tanjungpinang, 23 Agustus 2009
Minggu, 23 Agustus 2009
Sepotong Doa

Dan kata-kata mengalir begitu saja
tanpa kita pernah tahu awal dan akhirnya
bersamanya hanyut berjuta makna
tentang hidup tiada bertepi
Akan kemanakah kata?
biarkan ia mencari samuderanya sendiri
Lalu, menenggelamkan kita
pikiran kita, jiwa kita,
dan dosa dosa kita
Bersama kata terselip sepotong doa
Astaghfirullah...
Tanjungpinang, 23 Agustus 2009
Puisi Tentangmu
Menjelang Petang

Sayang...kau tawarkan rindu jelang petang
Di sini aku masih menyimpan tatap mata
yang dulu sempat menikam jantung
Kenapa begitu lama termangu
Adakah kesangsian menyelimuti
Dinding hati yang membatu
untuk kuukir pada garis zaman
Puaahhh...
Madukah yang kau poles di bibir
Mengapa begitu pahit saat kukecup
Tanjungpinang, 20 Agustus 2009
Demi Rindu
Marhaban Ramadhan
Minggu, 02 Agustus 2009
Merantau
Jiwa Gelisah
Kamis, 30 Juli 2009
Nasehat buat Anakku

Nak..bapak pulang hanya membawa segenggam kerinduan
Tak perlu bersedih
Jangan menangis
Tidur saja
karena kita masih punya mimpi
Semoga laparnya hilang sendiri
Anakku...jika besar nanti
Bapak rela kau jadi pemimpi
Sebab profesi itu tidak akan merugikan orang lain
dan tidak akan bisa korupsi
Anakku...tersenyumlah dalam tidurmu
Biarkan dirimu hanyut bersama mimpi mimpi itu
Karena sebentar lagi kau akan jadi pemimpin
Tanjungpinang, 30 Juli 2009
Sajadah Ibu

Sajak bibir tak lagi menyebut namaMu
Aku terasing dalam diri
Sendiri berlumur sepi
Berlari bersama kegelapan
termangu di setiap persimpangan
Astaghfirullah....
Ke mana arah kan dituju
Sementara fajar sudah menunggu
Wahai lelaki yang berdiri di ujung malam
Tidakkah kau melihat tanda tanda
Yang terhampar pada sajadah Ibumu
Tanpa doa dan linang airmatanya
Kau akan tenggelam
Tanjungpinang, 30 Juli 2009
Rabu, 29 Juli 2009
Istriku Menanak Harapan
Senandung Malam
Selasa, 28 Juli 2009
Rindu buat Bapak
Suara Hati

Suara hati mencabik malam
Membangunkan tubuh yang sekarat
Ketika jiwa sibuk mengejar mimpi
Di keremangan aku mendengar bisikan itu
Wahai.. yang termangu dalam gelap
Mungkinkah esok pagi menunggumu?
Aku menjadi asing
Meniti lembah sunyi
Hatiku luluh
Kesombonganku jatuh
Lalu azan subuh berkumandang
Aku tersentak...
Tanjungpinang, 27 Juli 2009
Menanti Musim

Rintik hujan ini membasahi rambutmu
Bulir bulir air nan menetes di pipimu bagai bola kristal
Memantulkan bayang bayang rindu
Lalu..jatuh ke bumi nan dahaga
Meresap ke rahim kehidupan
Dari akar ke pohon, pohon ke dahan, dahan ke ranting, ranting ke daun, dan daun ke pucuk
Lalu..kapan kuncup kan jadi bunga?
Ah..tak sabar aku menanti musim
Tanjungpinang, 27 Juli 2009








